Padahal sehari sebelumnya, emas baru saja mencetak rekor di USD5.594,82 per ons. Aksi jual juga merembet ke perak yang ambles hampir 30 persen, menandai salah satu hari terburuk dalam sejarah logam mulia.
Secara teknikal dan psikologis, kondisi ini jelas berisiko menekan saham-saham emas pada awal perdagangan.
Investor jangka pendek cenderung merespons headline dan pergerakan harga spot, terutama setelah reli panjang sebelumnya.
Risiko tersebut kian terasa karena pasar masih berfluktuasi pasca peringatan MSCI terkait isu investability, mulai dari minimnya transparansi struktur kepemilikan perusahaan hingga rendahnya kualitas dan ketersediaan data free float.
Kendati demikian, otoritas Indonesia juga tengah bergerak cepat untuk merespons berbagai catatan tersebut.