Ia menambahkan, banyak faktor fundamental yang mendorong kenaikan emas dalam beberapa tahun terakhir masih tetap kuat.
“Pada tahap ini, kita kemungkinan melihat periode konsolidasi, dengan USD4.400 sebagai level support penting di sisi bawah dan resistance di kisaran USD5.100,” ujar Grant.
Dalam dua sesi terakhir, harga logam mulia memang tertekan tajam setelah Kevin Warsh ditunjuk sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang akan lengser pada Mei.
Investor memperkirakan Warsh mendukung pemangkasan suku bunga, namun sekaligus memperketat neraca bank sentral AS. Selain itu, kenaikan persyaratan margin kontrak berjangka logam mulia oleh CME Group turut membebani harga.
Meski volatilitas meningkat, para analis secara umum menilai tren bullish masih berlanjut, dengan emas diperkirakan mencetak rekor baru dalam tahun ini.