"Meredanya harga minyak mengurangi tekanan inflasi karena minyak menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan. Investor logam mulia sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan menambah posisi short untuk memanfaatkan potensi penurunan harga emas. Posisi tersebut kini dengan cepat ditutup," ujar Gaffney, seperti dikutip Reuters.
Harga minyak mentah Brent melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut.
Kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Arab Saudi mereda dan lebih besar dibandingkan kecemasan terkait meluasnya konflik di Timur Tengah.
Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan dari kekhawatiran inflasi. Namun, risiko terganggunya pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pasar.
Di sisi lain, dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh pekan. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.