sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Cetak Kenaikan Mingguan Pertama dalam 4 Pekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
20/09/2026 09:35 WIB
Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026) dan mencatat kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan.
Harga Emas Cetak Kenaikan Mingguan Pertama dalam 4 Pekan. (Foto: Pexels)
Harga Emas Cetak Kenaikan Mingguan Pertama dalam 4 Pekan. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026) dan mencatat kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan.

Meredanya harga minyak memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset logam mulia di tengah kekhawatiran inflasi.

Harga emas spot naik 0,84 persen menjadi USD4.378,38 per troy ons pada Jumat. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 11 September.

Secara mingguan, harga emas telah menguat 0,67 persen, sekaligus berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan.

Presiden World Markets EverBank Chris Gaffney mengatakan, penurunan harga minyak membantu meredakan tekanan inflasi. Pasalnya, harga minyak menjadi salah satu pendorong utama inflasi secara keseluruhan.

"Meredanya harga minyak mengurangi tekanan inflasi karena minyak menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan. Investor logam mulia sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan menambah posisi short untuk memanfaatkan potensi penurunan harga emas. Posisi tersebut kini dengan cepat ditutup," ujar Gaffney, seperti dikutip Reuters.

Harga minyak mentah Brent melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut.

Kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Arab Saudi mereda dan lebih besar dibandingkan kecemasan terkait meluasnya konflik di Timur Tengah.

Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan dari kekhawatiran inflasi. Namun, risiko terganggunya pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pasar.

Di sisi lain, dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh pekan. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sentimen terhadap emas juga masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral.

Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (16/9) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4 persen dan mengisyaratkan kenaikan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini melihat peluang 55 persen untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya pada pertemuan The Fed Oktober.

Suku bunga yang lebih tinggi secara umum dapat mengurangi daya tarik emas karena aset berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik.

Meski demikian, ekspektasi kenaikan suku bunga juga sebelumnya telah mendorong sebagian investor mengambil posisi short pada emas.

Selain The Fed, Bank of Japan (BOJ) juga menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun dan mengisyaratkan kesiapan untuk kembali menaikkan biaya pinjaman.

Sementara itu, permintaan emas di India cenderung lesu sepanjang pekan ini.

Pembeli menahan transaksi dengan harapan harga emas turun lebih rendah. Di China, premi emas relatif stabil karena permintaan investasi tetap kuat.

Gaffney mengatakan harga emas saat ini tengah menguji area resistance USD4.400-USD4.440 per troy ons.

Menurut dia, jika harga mampu menembus area tersebut, emas berpeluang membuka ruang kenaikan lebih lanjut. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement