Di saat yang sama, harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 persen dan diperdagangkan di dekat level tertinggi dalam enam pekan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menantikan rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan untuk mencari petunjuk arah suku bunga Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan jajak pendapat Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang sisa 2026 guna memastikan inflasi kembali menuju target.
Suku bunga yang stabil berpotensi menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.