IDXChannel - Harga emas dan perak berpotensi menguat tajam pada pembukaan pasar Senin (2/3/2026), ditopang eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Melansir dari Reuters, Sabtu (28/2), Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan menyeret kawasan tersebut ke babak konflik baru.
Situasi ini membuat negara-negara produsen minyak di Teluk Arab siaga, terutama setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel.
Empat sumber Reuters menyebut sejumlah perusahaan minyak besar dan rumah dagang utama menangguhkan pengiriman minyak mentah dan bahan bakar melalui Selat Hormuz menyusul serangan tersebut.
Jalur ini merupakan salah satu rute vital energi global, sehingga gangguan apa pun langsung memicu kekhawatiran pasar.
Di tengah ketidakpastian, investor kembali memburu aset safe haven.
Emas, yang telah mencatat reli panjang, naik 22,46 persen sejak awal 2026 dan melonjak 8,14 persen sepanjang Februari.
Pada perdagangan terakhir, harga emas menyentuh USD5.279,95 per troy ons, tertinggi sejak Januari 2026. Sepanjang 2025, logam mulia ini bahkan melesat 64 persen.
Perak juga mengikuti tren penguatan, meski pergerakannya cenderung lebih volatil.
AVP Commodity Research SMC Global Securities, Vandana Bharti, mengatakan emas biasanya naik cepat saat dunia dilanda ketidakstabilan karena dipandang sebagai penyimpan nilai.
“Dalam jangka pendek, harga kerap melonjak ketika berita muncul dan pelaku pasar bergegas melakukan lindung nilai. Namun seiring waktu, pasar cenderung stabil kembali dan harga bisa terkoreksi jika ketegangan mereda,” ujarnya, dikutip Money Control.
Pandangan serupa disampaikan analis pasar SEBI Anuj Gupta, yang memperkirakan logam mulia berpotensi dibuka menguat pada awal pekan.
Menurut dia, eskalasi konflik AS-Iran akan mendorong investor mencari perlindungan di emas dan perak.
Dari sisi global, analis strategi di OCBC Singapura, Christopher Wong, menilai serangan tersebut meningkatkan premi risiko geopolitik.
Ia memperkirakan emas berpotensi mengalami lonjakan harga saat pembukaan perdagangan, sementara minyak juga dapat menguat karena kekhawatiran gangguan pasokan.
Sementara itu, CIO Vantage Point Asset Management Nick Ferres menilai sektor energi dan emas menjadi pilihan paling jelas untuk reli pada awal pekan. (Aldo Fernando)