Namun, di lain sisi, hal ini juga dapat menyebabkan harga minyak dunia terus merangkak naik. Apabila ini terjadi, Ibrahim menilai ada kemungkinan bank sentral global akan menaikkan suku bunga acuan dan harga emas dunia berpotensi terkoreksi.
Dari sisi supply and demand, jika harga terkoreksi maka bank, investor, hingga masyarakat kemungkinan bakal memborong emas sehingga harganya perlahan kembali naik.
Adapun dalam jangka pendek, lanjut Ibrahim, harga emas berpotensi terkoreksi dengan level support di USD4.520 hingga USD4.389. Begitu juga harga logam mulia akan terdampak dengan turun ke level Rp2.750.000 per gram.
(NIA DEVIYANA)