Dolar juga diperkirakan mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam dua bulan terakhir, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kesabarannya terhadap Iran mulai habis. Sementara itu, pembicaraan dengan China belum menghasilkan terobosan besar terkait perdagangan maupun bantuan nyata untuk mengakhiri perang.
Harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 40 persen sejak perang dimulai pada 28 Februari, memicu kenaikan inflasi global.
Bank sentral cenderung menaikkan suku bunga saat inflasi meningkat, kondisi yang biasanya mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini sebagian besar menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini, sementara spekulasi kenaikan suku bunga justru meningkat, menurut CME FedWatch Tool.