sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Jatuh Tertekan Penguatan Dolar AS

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
04/03/2026 06:40 WIB
Harga emas dunia turun tajam pada perdagangan Selasa (3/3/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Harga Emas Dunia Jatuh Tertekan Penguatan Dolar AS. (Foto: Pexels)
Harga Emas Dunia Jatuh Tertekan Penguatan Dolar AS. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas dunia turun tajam pada perdagangan Selasa (3/3/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Seiring dengan itu, prospek pemangkasan suku bunga kian memudar seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi di tengah potensi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.

Emas spot merosot 4,38 persen ke USD5.088,83 per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari empat pekan pada hari sebelumnya.

“Penurunan emas tampaknya dipicu oleh peralihan ke likuiditas—yakni ke kas. Dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi juga naik,” ujar Senior Market Strategist di RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.

Dolar AS, yang juga menjadi aset lindung nilai pesaing emas, mencatat kenaikan tajam sehingga membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik untuk hari kedua berturut-turut.

“Namun, penurunan harga ini kemungkinan hanya berlangsung singkat, dan arus lindung nilai akibat risiko geopolitik seharusnya menopang harga emas dan perak lebih tinggi,” imbuh Haberkorn.

Dari sisi geopolitik, konflik Iran memasuki hari keempat ketika ledakan mengguncang Teheran dan Beirut.

Seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran pada Senin menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup. Merespons hal tersebut, harga minyak mentah melonjak lebih dari 8 persen pada Selasa.

Kerusakan infrastruktur energi dan terhentinya lalu lintas kapal tanker melalui Hormuz meningkatkan risiko penguatan berkelanjutan pada harga minyak, gas, dan produk olahan, sehingga memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong mundur ekspektasi pemangkasan suku bunga.

“Kondisi ini membuat emas kehilangan sebagian dukungannya,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak, emas umumnya lebih diminati dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.

Sepanjang tahun ini, emas spot telah naik 19 persen, ditopang gejolak global, setelah melonjak 64 persen pada 2025. Sementara itu, perak menguat lebih dari 16 persen sepanjang tahun berjalan.

Perak spot turun 6,6 persen ke USD83,50 per ons setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat pekan pada Senin.

Di sisi lain, platinum merosot 8,4 persen ke USD2.108,51 dan paladium melemah 5,6 persen ke USD1.667,41. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement