sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Menguat Sepekan, Pasar Cermati Kabar dari Iran

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
19/04/2026 10:45 WIB
Harga emas menguat sepekan ini, ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meredanya kekhawatiran inflasi.
Harga Emas Dunia Menguat Sepekan, Pasar Cermati Kabar dari Iran. (Foto: Freepik)
Harga Emas Dunia Menguat Sepekan, Pasar Cermati Kabar dari Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas menguat sepekan ini, ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meredanya kekhawatiran inflasi setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz sempat dibuka di tengah gencatan senjata, namun kembali ditutup.

Pada perdagangan Jumat (17/4/2026), harga emas spot naik 0,85 persen ke USD 4.831,61 per ons, sehingga secara mingguan mencatat kenaikan 1,72 persen.

Kinerja ini mencerminkan kembali meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah perubahan sentimen global.

Melansir dari Reuters, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran yang memastikan jalur pelayaran tetap berjalan melalui rute terkoordinasi menjadi salah satu katalis utama.

Kondisi ini menekan harga minyak dunia dan meredakan tekanan inflasi, sekaligus membuka ruang bagi ekspektasi penurunan suku bunga.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, juga menyatakan bahwa pembicaraan damai berpotensi berlangsung dalam waktu dekat dan optimistis kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran dapat tercapai segera.

Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor krusial bagi pasar.

“Pembukaan kembali selat merupakan peristiwa penting. Dengan harga minyak yang tertekan, hal ini diperkirakan meredakan kekhawatiran inflasi dan menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga, semuanya menjadi sentimen positif bagi emas,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek dan kembali menembus level psikologis USD5.000 per ons.

Di sisi lain, dolar AS dan harga minyak melanjutkan pelemahan setelah perkembangan tersebut.

Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global karena harganya relatif lebih murah dalam mata uang lain.

Sepanjang tahun ini, pergerakan emas sempat tertekan setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari.

Lonjakan harga energi saat itu memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pasar menahan ekspektasi penurunan suku bunga, yang cenderung menekan daya tarik emas.

Dari sisi permintaan fisik, pasar juga menghadapi hambatan.

Sejumlah bank di India dilaporkan menghentikan sementara pesanan emas dan perak dari pemasok luar negeri karena belum adanya persetujuan resmi dari pemerintah, menyebabkan pasokan logam tertahan di bea cukai.

Sementara itu, harga perak ikut menguat signifikan.

Perak spot naik 3,32 persen ke USD 80,82 per ons pada Jumat dan mencatat kenaikan lebih dari 6,30 persen sepanjang pekan.

Perkembangan terbaru, Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4), hanya beberapa jam setelah sempat membukanya untuk lalu lintas non-militer.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa jalur perairan tersebut akan tetap berada di bawah kendali militer ketat hingga kebebasan penuh pelayaran bagi kapal-kapal Iran dipulihkan.

Keputusan ini diambil dengan alasan Washington belum mencabut blokade lautnya serta masih melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai “tindakan pembajakan”, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement