Kondisi tersebut menopang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik hampir 18 persen, setelah melonjak 64 persen pada 2025.
Tahun lalu, emas menembus sejumlah tonggak penting, termasuk USD3.000 dan USD4.000 per troy ons untuk pertama kalinya.
Sejumlah analis melihat ruang kenaikan lanjutan.
Societe Generale memperkirakan emas mencapai USD6.000 per ons pada akhir tahun, meski menilai proyeksi itu bisa tergolong konservatif dengan potensi kenaikan lebih lanjut. Morgan Stanley menilai reli berlanjut dengan target skenario bullish di USD5.700.
Perak spot mencetak rekor baru di USD117,69 per troy ons dan terakhir naik 10,2 persen ke USD113,46.
Harga menembus level USD100 pada Jumat, didorong pembelian investor ritel dan momentum di tengah ketatnya pasokan fisik untuk logam mulia sekaligus industri tersebut.