sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Sentuh USD5.100, Geopolitik Picu Aksi Safe Haven

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
27/01/2026 07:02 WIB
Harga emas dunia melesat ke rekor baru di atas USD5.100 pada perdagangan Senin (26/1/2026), seiring investor memburu aset lindung nilai.
Harga Emas Dunia Sentuh USD5.100, Geopolitik Picu Aksi Safe Haven. (Foto: Freepik)
Harga Emas Dunia Sentuh USD5.100, Geopolitik Picu Aksi Safe Haven. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melesat ke rekor baru di atas USD5.100 pada perdagangan Senin (26/1/2026), seiring investor memburu aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketegangan politik internasional.

Reli serupa juga terjadi pada perak dan platinum yang sama-sama menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Emas spot (XAU/USD) ditutup menguat 0,43 persen USD5.008,87 per troy ons, setelah sempat menyentuh rekor USD5.111,51.

Harga emas terus mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang masih tinggi. Bank sentral tetap menjadi pembeli kuat seiring diversifikasi cadangan devisa dan pengurangan ketergantungan pada dolar AS,” ujar Presiden Sprott Inc Ryan McIntyre, dikutip dari Reuters.

“Selain itu, arus masuk investor ke exchange traded fund berbasis fisik kembali meningkat, dengan kepemilikan naik sekitar 20 persen secara tahunan,” imbuh dia.

Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan akan mengenakan tarif 100 persen terhadap Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

“Untuk logam mulia tahun ini, pendorong utamanya adalah ‘Trump dan Trump’,” kata Kepala Riset BullionVault Adrian Ash.

Ash melanjutkan, “Gelombang investor pemula mendorong pergerakan logam mulia ini, dipimpin investor ritel di Asia dan Eropa yang berlomba membangun kepemilikan emas dan perak pribadi.”

Perhatian investor juga tertuju pada kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi oleh otoritas AS dan Jepang.

Di saat yang sama, pertemuan Federal Reserve (The Fed) pekan ini, di mana bank sentral diperkirakan menahan suku bunga, dibayangi penyelidikan kriminal pemerintahan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Trump disebut menekan Powell agar menurunkan suku bunga.

Kondisi tersebut menopang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik hampir 18 persen, setelah melonjak 64 persen pada 2025.

Tahun lalu, emas menembus sejumlah tonggak penting, termasuk USD3.000 dan USD4.000 per troy ons untuk pertama kalinya.

Sejumlah analis melihat ruang kenaikan lanjutan.

Societe Generale memperkirakan emas mencapai USD6.000 per ons pada akhir tahun, meski menilai proyeksi itu bisa tergolong konservatif dengan potensi kenaikan lebih lanjut. Morgan Stanley menilai reli berlanjut dengan target skenario bullish di USD5.700.

Perak spot mencetak rekor baru di USD117,69 per troy ons dan terakhir naik 10,2 persen ke USD113,46.

Harga menembus level USD100 pada Jumat, didorong pembelian investor ritel dan momentum di tengah ketatnya pasokan fisik untuk logam mulia sekaligus industri tersebut.

“Momentum masih kuat, dengan harga perak di China berada pada premi signifikan dibanding London, mengindikasikan peluang kenaikan lanjutan dalam jangka pendek. Namun, harga setinggi ini berpotensi menekan permintaan industri,” kata Analis UBS Giovanni Staunovo.

Platinum spot naik 1,8 persen ke USD2.816,38 per ons setelah menyentuh rekor USD2.918,80. Sementara itu, paladium spot melonjak 5,9 persen ke USD2.127,68, level tertinggi sejak 2022. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement