Penurunan harga emas terjadi setelah imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun merosot tajam pada Rabu, dari level yang sebelumnya berada di sekitar titik tertinggi dalam 19 tahun.
Departemen Keuangan AS menyatakan akan menggandakan nilai operasi pembelian kembali obligasi yang ditujukan untuk mendukung likuiditas surat utang bertenor panjang.
TD Securities dalam catatannya menyebut pengumuman tersebut telah memberikan dorongan baru bagi pasar logam mulia.
"Meski minat beli yang kuat telah mereda dalam beberapa hari terakhir, arus investasi emas dapat kembali dengan cepat di tengah dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan AS, The Fed yang bersedia mengabaikan dampak guncangan energi, serta menguatnya narasi stagflasi. Semua faktor tersebut pada akhirnya berpotensi mendorong penurunan suku bunga riil," tulis TD Securities.
Di sisi lain, risalah rapat The Fed pada 28-29 Juli 2026 menunjukkan sejumlah pejabat bank sentral AS siap menaikkan suku bunga. Banyak pejabat juga menilai kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan apabila inflasi tidak kembali ke target 2 persen.