“Pasar masih mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan menanti data CPI serta PPI. Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada September,” kata vice president sekaligus senior metals strategist di Zaner Metals, Peter Grant.
Harga emas spot bahkan sempat jatuh 2,4 persen pada Jumat (4/9/2026) setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.
Data tersebut memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga dalam rapat kebijakan The Fed mencapai sekitar 60 persen, naik dari sekitar 50 persen sebelum rilis data ketenagakerjaan tersebut.
Data producer price index (PPI) AS dijadwalkan dirilis pada Kamis, sementara data consumer price index (CPI) akan menyusul pada Jumat.