Melansir dari Reuters, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, fasilitas energi dan sumur minyak Iran akan dihancurkan jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz, setelah Teheran menilai proposal perdamaian AS tidak realistis dan meluncurkan gelombang rudal ke Israel.
Sepanjang Maret, harga emas telah turun lebih dari 14 persen dan diperkirakan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak 2008, karena lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi serta mendorong pasar meninjau ulang ekspektasi suku bunga.
Emas kerap digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, namun tidak memberikan imbal hasil sehingga kurang menarik ketika suku bunga tinggi.
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral AS masih dapat menunggu untuk melihat dampak perang Iran terhadap perekonomian dan inflasi.
The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan overnight di kisaran 3,50-3,75 persen pada awal bulan ini.