Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan inflasi PCE naik 4,1 persen.
Dolar AS berbalik melemah setelah rilis data tersebut, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga bergerak turun.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sebesar 80 persen, turun dari perkiraan 85 persen sebelum data PCE dirilis.
Sebelumnya, peluang tersebut hanya 61 persen sebelum pernyataan kebijakan The Fed pekan lalu, berdasarkan data CME FedWatch.
“Fokus utama pasar masih tetap pada tekanan inflasi ke depan. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir,” ujar Meger.
Harga emas turun menembus level USD4.000 per ons pada Rabu, pertama kalinya sejak November 2025.