Dalam sepekan terakhir, saham FORU menguat 144 persen dan melompat 170,25 persen dalam tiga bulan.
Sebagai informasi, FORU akan menggelar rights issue 219,5 miliar saham baru di harga pelaksanaan Rp126 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,7 triliun.
Pemegang saham pengendali FORU, IMR Asia Holding Pte Ltd yang saat ini menguasai 76,81 persen saham perseroan akan melaksanakan seluruh haknya melalui mekanisme inbreng atau setoran non-tunai.
Dalam skema tersebut, IMR Asia Holding akan menyetorkan sebanyak 49 persen saham PT Borneo Prima dengan nilai transaksi sekitar Rp21,2 triliun sebagai pengganti setoran dana tunai dalam pelaksanaan rights issue.
Sementara itu, dana yang berasal dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik diperkirakan mencapai sekitar Rp6,4 triliun.