Namun, di tengah meningkatnya aktivitas tersebut, Iran mengisyaratkan pengawasan yang lebih ketat terhadap lalu lintas kapal. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa kapal-kapal harus berkoordinasi dengan angkatan laut Garda Revolusi Iran sebelum melintasi wilayah tersebut.
Dalam pemberitahuan yang tidak bertanggal dan diedarkan kepada industri maritim dalam 24 jam terakhir, yang dilihat Reuters, Otoritas Selat Teluk Persia Iran menyatakan bahwa "tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz tanpa izin pelayaran yang sah yang diterbitkan oleh PGSA."
Pendiri buletin Commodity Context Rory Johnston mengatakan, kekhawatiran terhadap persyaratan Iran dalam penggunaan Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga minyak pada Jumat.
"Pasar sebelumnya memperkirakan adanya kesepakatan dan pelaksanaan yang berjalan mulus, tetapi sejauh ini hal tersebut tampaknya tidak terjadi," ujar Johnston, dikutip Reuters.
Meski mencatat kenaikan pada Jumat, harga Brent tetap turun sekitar 8 persen dibandingkan pekan sebelumnya.