Namun, kabar terbaru, mengutip Reuters, utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, sedang melakukan perjalanan ke Swiss untuk menghadiri putaran pertama pembicaraan dengan Iran terkait kemungkinan kesepakatan nuklir, demikian dilaporkan Axios pada Jumat, mengutip seorang pejabat AS.
Para analis memperkirakan kesepakatan tersebut dapat melepas lebih dari 85 juta barel minyak yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Timur Tengah ke pasar global.
Kesepakatan itu juga mencakup pencabutan sanksi AS terhadap minyak Iran, yang berpotensi menambah pasokan global.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz. Namun, pemulihan arus perdagangan dan produksi setelah kesepakatan AS-Iran dapat membutuhkan waktu beberapa bulan.
Citi memperkirakan skenario utamanya dengan probabilitas 60 persen adalah normalisasi arus perdagangan secara berkelanjutan. Kondisi tersebut berpotensi membuat pasar minyak mengalami surplus dan mendorong harga turun dalam enam hingga 12 bulan ke depan menjadi sekitar USD60-65 per barel pada kuartal I 2027.