Presiden Donald Trump mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa AS tidak mengetahui tentang serangan Israel terhadap South Pars, dan memperingatkan Iran agar tidak melakukan pembalasan lebih lanjut.
Trump mengatakan Israel tidak akan menyerang South Pars lagi dan menambahkan AS akan meledakkan secara besar-besaran ladang gas tersebut jika Iran membalas lebih lanjut.
Prospek serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur minyak Timur Tengah juga meningkatkan kekhawatiran atas kendala pasokan yang disebabkan oleh perang Iran, terutama karena Teheran juga menutup sebagian besar Selat Hormuz, jalur pelayaran utama. Dalam konferensi persnya, Netanyahu mengatakan bahwa Israel membantu AS membuka selat tersebut, sambil mencatat bahwa dunia membutuhkan jalur pipa yang melewati titik kritis tersebut.
Bahkan dilaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan ribuan pasukan di Timur Tengah, dengan salah satu tujuannya adalah memastikan jalur aman bagi kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz.
Washington juga mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan ke Pulau Kharg di Iran, setelah Iran menyerang target militer di pusat ekspor minyak tersebut pekan lalu.
(kunthi fahmar sandy)