AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23775.35
-2.12%
-514.55
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

Harga Minyak Brent Sentuh USD69,84 per Barel, Dipicu Sentimen Omicron 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 02 Desember 2021 13:51 WIB
Dipicu sentimen omicron, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan di atas 1 persen pada perdagangan siang hari ini, Kamis (2/12/2021).
Harga Minyak Brent Sentuh USD69,84 per Barel, Dipicu Sentimen Omicron (Dok.MNC Media)
Harga Minyak Brent Sentuh USD69,84 per Barel, Dipicu Sentimen Omicron (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah mengalami kenaikan di atas 1 persen pada perdagangan siang hari ini, Kamis (2/12/2021).

Penguatan ini menutup kerugian yang dialami sesi sebelumnya menjelang pertemuan organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC+) membahas kebijakan mengenai pasokan.

Tetapi, kenaikan siang ini masih dibayangi sentimen kekhawatiran atas varian baru Omicron yang dinilai bakal mengganggu permintaan bahan bakar.

Hingga pukul 13:22 WIB, minyak mentah berjangka jenis Brent melonjak 1,41% di harga USD69,84 per barel, setelah sempat merosot 0,5% di sesi sebelumnya. Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melesat 1,46% menjadi USD66,53 per barel.

"Para investor sepertinya masih ragu-ragu menjelang keputusan OPEC+ karena harga minyak telah turun begitu cepat dan cukup masif selama seminggu terakhir," kata Ekonom senior NLI Research Institute, Tsuyoshi Ueno, dilansir Reuters, Kamis (2/12/2021).

Sebagai pengingat, harga minyak global telah merosot lebih dari USD10 per barel sejak Kamis pekan lalu, ketika berita tentang Omicron mengguncang pasar.

"Pasar masih akan mengamati bagaimana keputusan kelompok produsen OPEC+ ini berkaitan mengenai kebijakan ke depan," lanjut Ueno.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dikenal sebagai OPEC+, kemungkinan akan memutuskan kebijakan pada hari Kamis ini apakah akan melepaskan lebih banyak minyak ke pasar seperti yang direncanakan sebelumnya atau justru menahan pasokan.

Sejak Agustus, grup tersebut telah menambahkan tambahan 400.000 barel per hari (bph) ke pasokan global setiap bulan. Adapun langkah tersebut dilakukan secara bertahap untuk menutup kekosongan supplai sejak 2020.

Varian baru ini telah memperumit proses pengambilan keputusan para pejabat OPEC. Sejumlah pengamat berspekulasi OPEC+ dapat menghentikan penambahan pasokannya pada Januari 2022 dalam upaya untuk memperlambat pertumbuhan pasokan setelah rilis cadangan dari negara-negara konsumen.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD