"Setiap optimisme masih dibayangi oleh arus berita dan bantahan yang saling bertentangan," kata analis pasar IG, Tony Sycamore.
Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari tahun ini.
Sekretaris Jenderal OPEC, Haitham Al Ghais, menyampaikan pandangan tersebut pada Kamis meskipun konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz masih berlangsung.
Data pelayaran menunjukkan ekspor minyak Iran turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir, terutama akibat blokade angkatan laut AS. Namun, lemahnya permintaan dari China turut menekan harga minyak Iran. (Aldo Fernando)