EIA mencatat persediaan minyak mentah turun 1,9 juta barel menjadi 422,9 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Desember.
Angka ini lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan penurunan 867.000 barel.
Sebaliknya, stok bensin AS naik 5,8 juta barel menjadi 234,3 juta barel, jauh di atas ekspektasi kenaikan 1,9 juta barel.
Persediaan distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, juga meningkat 5 juta barel menjadi 123,7 juta barel, melampaui proyeksi kenaikan 2,2 juta barel.
Produksi minyak AS mencapai rekor tertinggi pada Oktober, menurut data terbaru EIA.