Di sisi lain, Inggris menginisiasi pertemuan virtual yang melibatkan 35 negara untuk membahas opsi pemulihan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Upaya diplomatik ini diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi energi global, meskipun belum ada kepastian hasil dalam waktu dekat.
Tekanan pasokan juga datang dari Rusia, di mana serangan terhadap pelabuhan, pipa, dan kilang minyak dilaporkan memangkas kapasitas ekspor hingga 1 juta barel per hari atau sekitar seperlima dari total kapasitas. Kondisi ini semakin memperketat pasokan minyak di pasar global.
Sementara itu, kelompok OPEC+ dijadwalkan meninjau kemungkinan peningkatan produksi pada Minggu.
Namun, analis menilai tambahan pasokan yang signifikan baru akan terjadi jika Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya. (Aldo Fernando)