sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Dunia Melonjak Sepekan, Dekati Level Tertinggi 4 Tahun

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
04/04/2026 11:00 WIB
Harga minyak dunia melonjak tajam sepanjang pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia menjelang libur panjang.
Harga Minyak Dunia Melonjak Sepekan, Dekati Level Tertinggi 4 Tahun. (Foto: Freepik)
Harga Minyak Dunia Melonjak Sepekan, Dekati Level Tertinggi 4 Tahun. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak dunia melonjak tajam sepanjang pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia menjelang libur panjang.

Pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan dalam waktu dekat lebih besar dibandingkan peluang meredanya ketegangan geopolitik.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei ditutup melonjak 11 persen ke USD111,54 per barel, level tertinggi hampir empat tahun dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 10,75 persen.

Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak Juni naik 7,8 persen ke USD109,03 per bare.

Analis CIBC Private Wealth US, Rebecca Babin, mengatakan pasar cenderung waspada menjelang akhir pekan panjang karena potensi eskalasi konflik masih tinggi.

“Pasar tidak menyukai akhir pekan panjang. Secara umum, akhir pekan jarang diwarnai de-eskalasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga minyak sempat turun dalam dua hari sebelumnya karena harapan Amerika Serikat (AS) dapat segera menyelesaikan operasi militer di Teluk.

Namun, harga kembali melonjak setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan peningkatan serangan terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap konflik berkepanjangan.

Dalam pidato pada Rabu malam, Trump menyatakan target militer AS akan tercapai “dalam waktu sangat singkat”, tetapi Iran akan dihantam “sangat keras” dalam beberapa pekan ke depan.

Pernyataan tersebut membuat ketidakpastian tetap tinggi karena tidak ada kejelasan jadwal berakhirnya konflik maupun pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Di sisi lain, Inggris menginisiasi pertemuan virtual yang melibatkan 35 negara untuk membahas opsi pemulihan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Upaya diplomatik ini diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi energi global, meskipun belum ada kepastian hasil dalam waktu dekat.

Tekanan pasokan juga datang dari Rusia, di mana serangan terhadap pelabuhan, pipa, dan kilang minyak dilaporkan memangkas kapasitas ekspor hingga 1 juta barel per hari atau sekitar seperlima dari total kapasitas. Kondisi ini semakin memperketat pasokan minyak di pasar global.

Sementara itu, kelompok OPEC+ dijadwalkan meninjau kemungkinan peningkatan produksi pada Minggu.

Namun, analis menilai tambahan pasokan yang signifikan baru akan terjadi jika Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement