IDXChannel – Kementerian Keuangan mencatat realisasi penarikan utang baru untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026 telah menyentuh angka Rp305,5 triliun hingga akhir April 2026.
Jumlah tersebut setara dengan 36,7 persen dari total pagu target penarikan utang yang dipatok pemerintah sepanjang tahun ini sebesar Rp832,2 triliun. Jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, realisasi penarikan utang kali ini tercatat sedikit lebih rendah dari posisi April 2025 yang saat itu mencapai Rp305,9 triliun.
"Ini sesuai dengan rencana, jadi pembiayaan terjaga dan terukur pembiayaan utangnya," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (19/5/2026).
Purbaya menambahkan, dari keseluruhan total pembiayaan utang yang telah diserap oleh kas negara tersebut, pemerintah juga menggelontorkan dana sekitar Rp7 triliun dialokasikan ke dalam bentuk pembiayaan non-utang.
Realisasi pembiayaan non-utang per akhir kuartal pertama ini setara dengan 4,9 persen dari keseluruhan target belanja pembiayaan non-utang setahun penuh yang ditetapkan sebesar Rp143,1 triliun.