Selat Hormuz yang menyalurkan minyak dan produk petroleum dari Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab masih sebagian besar tertutup akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal sejak konflik AS-Israel dimulai pada 28 Februari.
Meski demikian, sejumlah kapal, termasuk tanker yang dioperasikan Oman, kapal kontainer milik Prancis, dan kapal pengangkut gas milik Jepang, telah melintas sejak Kamis, berdasarkan data pelayaran. Hal ini mencerminkan kebijakan Iran yang masih mengizinkan kapal dari negara yang dianggap bersahabat untuk melintas.
Analis SEB Research Ole Hvalbye mengatakan pasar masih mencoba memahami arah situasi ke depan.
“Pasar sedang mencoba memahami apa yang akan terjadi ke depan. Berita terpenting akhir pekan ini adalah adanya beberapa kapal yang berhasil melintas di selat,” ujar Hvalbye.
Ia juga menyoroti bahwa Eropa terus kehilangan pasokan fisik minyak dan produk energi ke Asia akibat pasar yang semakin ketat.