Di sisi lain, ekspor minyak mentah Iran juga mengalami penurunan tajam. Reuters melaporkan volume pemuatan minyak mentah Iran turun menjadi sekitar 220.000-255.000 barel per hari pada Agustus 2026, dari sekitar 2 juta barel per hari pada Maret.
Gangguan pasokan juga terjadi pada produk olahan minyak. ING memperkirakan margin produk middle distillate, seperti diesel, akan tetap tinggi dan volatil di tengah gangguan ekspor dari Timur Tengah dan Rusia serta belum adanya tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat.
"Given disruptions to Middle East and Russian diesel exports, and with little sign of an imminent recovery, middle distillate cracks are likely to remain highly elevated and volatile, particularly as we move towards seasonally stronger demand," tulis analis ING.
Sementara itu, sentimen positif terhadap harga minyak turut datang dari penurunan stok minyak mentah AS.
Data American Petroleum Institute (API) yang dirilis pada Selasa malam menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 28 Agustus 2026. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan kenaikan stok sebesar 4,2 juta barel pada pekan sebelumnya.