Harga Brent dinilai lebih sensitif terhadap gangguan pasokan global dibandingkan WTI, yang lebih mencerminkan distribusi domestik di AS serta pengiriman ke Amerika Tengah dan Selatan.
Meski wacana dimulainya kembali pembicaraan AS-Iran menekan harga, penurunan ini dinilai mengabaikan hilangnya pasokan fisik minyak yang saat ini tidak dapat mengalir, kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga.
Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanannya menyebut serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah serta penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, dengan kehilangan mencapai 10,1 juta barel per hari pada Maret.
“Pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz tetap menjadi faktor paling penting dalam meredakan tekanan pada pasokan energi, harga, dan perekonomian global,” tulis IEA.
Militer AS pada Senin menyatakan blokade di Selat Hormuz akan diperluas ke arah timur hingga Teluk Oman dan Laut Arab.