Namun, Iran menolak usulan Oman tersebut dan mengajukan pengaturan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Berdasarkan skema itu, satu arah jalur pelayaran akan melewati perairan Iran, sementara sebagian jalur berlawanan juga berada di wilayah perairan Iran, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi kepada televisi pemerintah pada Selasa.
"Pasar memahami situasi ini masih kacau dan harga diperdagangkan lebih rendah karena kedua pihak yang bertikai (AS dan Iran) tidak saling menyerang dalam beberapa hari terakhir," ujar Direktur Kontrak Berjangka Energi Mizuho, Bob Yawger.
Dia juga menyoroti masih minimnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz serta berlanjutnya aksi penembakan di Laut Merah oleh kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. (Aldo Fernando)