Dalam periode kuartal keempat 2024 hingga kuartal keempat 2025, pasokan OPEC meningkat sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara pasokan dari negara non-OPEC bertambah sekitar 2,4 juta barel per hari.
Kondisi ini membuat kedua sumber pasokan memasuki 2026 pada level yang sangat kuat.
Morgan Stanley memperkirakan situasi tersebut berpotensi mendorong pasar minyak ke kondisi surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026.
Survei Reuters terhadap pelaku pasar pada Desember lalu juga menunjukkan ekspektasi harga minyak masih berada di bawah tekanan sepanjang 2026, seiring meningkatnya pasokan dan lemahnya permintaan.
Penasihat perdagangan minyak Ritterbusch and Associates menyatakan, semakin jelasnya surplus pasokan minyak global membuka peluang terjadinya penurunan harga lanjutan dalam waktu dekat.