“Saya khawatir suatu hari kita akan bangun dan menyadari kondisi pasokan jauh lebih buruk, dan harga akan menyesuaikan ke level yang jauh lebih tinggi,” imbuh dia.
Meski Trump memperpanjang gencatan senjata atas permintaan mediator Pakistan, Iran dan AS masih membatasi lalu lintas kapal melalui selat tersebut, yang sebelumnya mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global harian hingga pecahnya perang pada 28 Februari.
Trump, tanpa menyertakan bukti, mengatakan AS memiliki “kendali penuh” atas selat tersebut dan bahwa jalur itu “tertutup rapat” hingga Iran mencapai kesepakatan.
Iran menyita dua kapal di perairan itu pada Rabu. Trump juga tetap mempertahankan blokade Angkatan Laut AS terhadap perdagangan laut Iran.
Namun, sekitar 10,7 juta barel ekspor minyak mentah Iran tercatat melintasi selat tersebut dan keluar dari area blokade Angkatan Laut AS pada periode 13-21 April, menurut perusahaan analitik data Vortexa.