Dengan hanya sekitar 55.000 kontrak diperdagangkan, kontrak WTI Juni, yang sempat melonjak lebih dari USD4 per barel dan turun lebih dari USD2 pada Senin, akan berakhir pada Selasa.
Volume kontrak bulan terdepan WTI sepanjang 2026 rata-rata mencapai sekitar 359.000 kontrak per hari.
Setelah pasar ditutup, kedua acuan harga minyak memangkas kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya menunda serangan terhadap Iran yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Pekan lalu, kedua kontrak minyak tersebut telah melonjak lebih dari 7 persen setelah harapan tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri hampir total penutupan Selat Hormuz memudar. Jalur tersebut dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Kepala International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, mengatakan, dikutip Reuters, persediaan minyak komersial menyusut cepat dan hanya tersisa untuk beberapa pekan akibat konflik dan penutupan jalur pelayaran di selat tersebut.