IEA menyatakan waktu pelaksanaan pelepasan cadangan tersebut akan ditentukan kemudian.
Jumlah yang diusulkan itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan 182 juta barel yang dilepas pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Namun, para analis menilai volume tersebut tetap belum cukup untuk menutup potensi kehilangan pasokan akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah.
Analis Macquarie memperkirakan volume yang diusulkan setara sekitar empat hari produksi minyak global atau sekitar 16 hari volume minyak mentah yang biasanya melintasi Teluk.
"Jika terdengar tidak banyak, memang demikian," tulis para analis dalam catatannya.