Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan pelaku pasar minyak masih mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
"Trader minyak mentah masih fokus pada kesepakatan AS-Iran. Semakin lama prosesnya tertunda, semakin besar peluang harga kembali bergerak naik," ujarnya.
Sebelum konflik Iran pecah pada akhir Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia setiap hari melewati Selat Hormuz, menjadikan jalur tersebut sebagai salah satu rute energi paling vital di dunia.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap "posisi militer Saudi" di wilayah Marib dan Hadramout pada Kamis.
Kelompok itu juga mengaku menewaskan atau melukai ratusan pejuang yang berpihak kepada Arab Saudi serta menghancurkan kamp militer, gudang senjata, dan kendaraan militer.