Partner Again Capital, John Kilduff, menilai pergerakan harga minyak masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di kawasan.
"Pasar bergerak naik turun mengikuti eskalasi dan meredanya ketegangan. Serangan ini menjadi perkembangan penting karena menunjukkan aktivitas konflik di kawasan lain di luar Teluk Persia serta mengingatkan bahwa jalur pelayaran Laut Merah masih berisiko terganggu," katanya.
Data pengiriman menunjukkan ekspor minyak mentah dan kondensat dari negara-negara Teluk relatif stabil sepanjang Juli, namun masih sekitar 40 persen di bawah level sebelum perang.
Sementara itu, menurut lima sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Iran telah memperingatkan negara-negara Teluk bahwa setiap serangan baru AS ke wilayahnya akan memicu serangan terhadap infrastruktur energi strategis di kawasan.
Langkah itu dinilai sebagai upaya Teheran meningkatkan biaya politik dan militer bagi Washington dengan mengancam sekutu-sekutu utamanya di Timur Tengah.