sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Melonjak Hampir 8 Persen di Tengah Kondisi Perdagangan Fluktuatif

Market news editor Nur Ichsan Yuniarto
03/04/2026 07:36 WIB
Harga minyak dunia melonjak meroket sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pidatonya.
Harga Minyak Melonjak Hampir 8 Persen di Tengah Kondisi Perdagangan Fluktuatif
Harga Minyak Melonjak Hampir 8 Persen di Tengah Kondisi Perdagangan Fluktuatif

IDXChannel - Harga minyak dunia melonjak pada Kamis (2/4/2026), sementara pasar saham di seluruh dunia bergerak bervariasi dalam perdagangan yang fluktuatif, seiring para pelaku pasar mempertimbangkan perkembangan dan pernyataan yang saling bertentangan terkait konflik di Iran.

Saham-saham Eropa memangkas kerugiannya, sementara beberapa indeks utama Wall Street dan harga obligasi Amerika Serikat (AS) kembali menguat menyusul kabar bahwa Iran sedang menyusun protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas di Selat Hormuz.

Namun, harga minyak dunia melonjak hampir 8 persen dan harga minyak mentah AS meroket lebih dari 11 persen sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pidatonya, AS akan menghantam Iran dengan sangat keras dalam beberapa pekan mendatang dan mengembalikan Iran ke Zaman Batu, ke tempat yang seharusnya.

Di Wall Street, saham ditutup bervariasi dalam sesi perdagangan yang bergejolak pada hari terakhir pekan ini menjelang libur Jumat Agung.

Imbal hasil obligasi pemerintah melonjak karena ekspektasi bahwa lonjakan inflasi akan memaksa bank sentral menaikkan suku bunga, atau setidaknya mempertahankannya.

Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, naik 0,44 persen.

“Selama 48 jam terakhir, Teheran dan Washington telah saling melontarkan serangkaian pernyataan yang saling bertentangan, beberapa di antaranya mengisyaratkan meningkatnya peluang de-eskalasi,” kata BCA Research Felix-Antoine Vezina-Poirier dikutip Reuters, Jumat (3/4/2025).

“Para ahli strategi GeoMacro kami memberikan panduan sederhana untuk menimbang berita utama yang bergejolak: Tetap berpegang pada fakta. Pertama, pengiriman melalui Selat Hormuz telah meningkat selama beberapa hari terakhir. Kedua, Iran secara sengaja mengalihkan sasaran dari GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) ke Israel," lanjutnya.

“Satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apakah Selat Hormuz akan segera dibuka,” kata Ahli strategi suku bunga senior di TD Securities, Prashant Newnaha.

Trump sebelumnya mengatakan pada hari Rabu bahwa AS tidak membutuhkan jalur pengiriman minyak utama tersebut.

Harga emas spot turun 1,85 persen menjadi USD4.669,05 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup turun 2,8 persen di USD4.679,70.

Bank sentral India mengambil langkah untuk melarang perdagangan yang disebut non-deliverable forwards dalam upaya menghentikan tren pelemahan rupee ke level terendah sepanjang masa. Langkah tersebut mendorong nilai tukar rupee naik 2 persen, meskipun analis mempertanyakan seberapa lama rebound tersebut akan bertahan.

Kontrak berjangka Brent melonjak dan ditutup naik 7,78 persen di USD109,03 per barel, sementara West Texas Intermediate AS ditutup naik 11,41 persen di USD111,54.

“Fakta bahwa kita dapat mengharapkan 2-3 minggu aksi lagi, kemungkinan pasukan darat tidak dikesampingkan dan ancaman untuk menyerang infrastruktur diulang, akan membuat pasar kembali ke posisi defensif,” kata analis Pictet Asset Management Jon Withaar.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement