Kegagalan ini langsung menggeser sentimen pasar menjelang pembukaan perdagangan, dengan fokus tertuju pada risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar 20 persen aliran minyak global.
CEO XM Australia, Peter McGuire, memperkirakan harga minyak langsung menguat.
“Perkirakan harga minyak naik beberapa dolar. Volatilitas akan tinggi pada hari pertama perdagangan,” ujarnya.
Ia menilai perbedaan narasi antara Washington dan Teheran memperbesar ketidakpastian. “Trump mengatakan situasi baik-baik saja, sementara Iran membantah. Ini menciptakan kebingungan. Ketidakpastian seperti ini tidak baik bagi pasar,” kata dia.
Menurut McGuire, premi risiko pada minyak berpotensi kembali meningkat cepat. Bahkan, harga minyak disebut berpeluang menembus level USD100 per barel dalam 24-48 jam ke depan jika tensi geopolitik meningkat atau terjadi gangguan pasokan.
Senada, laporan Bloomberg menyebut kegagalan pembicaraan ini berpotensi “mengguncang pasar minyak dan gas”, menghapus optimisme yang sempat muncul setelah pengumuman gencatan senjata.