Setiap gangguan, bahkan sekadar persepsi pembatasan akses di Selat Hormuz, dapat mendorong harga minyak naik tajam dalam waktu singkat.
Pekan lalu, minyak mentah Brent turun 0,8 persen menjadi USD95,20 per barel pada Jumat, sekaligus menutup pekan dengan penurunan 12,7 persen.
Pelemahan ini terjadi setelah aksi jual tajam menyusul kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan pada Selasa.
Penurunan tersebut menjadi yang terdalam bagi Brent sejak Agustus 2022.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 1,3 persen menjadi USD96,57 per barel pada Jumat, dengan penurunan mingguan 13,4 persen, terbesar sejak April 2020 saat lockdown pandemi. (Aldo Fernando)