Kepala analis pasar AT Global Markets, Nick Twidale, menilai harga minyak kemungkinan dibuka lebih tinggi seiring penguatan dolar AS. Ia menambahkan, pasar bisa kembali ke level sebelum gencatan senjata diumumkan.
Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, memperingatkan risiko krisis energi global jika kebuntuan berlanjut. “Kurangnya kemajuan berisiko mendorong pasar menuju krisis energi penuh,” tulis Hansen.
Ia menilai opsi kebijakan AS terbatas, mulai dari mundur, eskalasi militer, hingga memperpanjang gencatan senjata.
Dalam jangka pendek, skenario terakhir dinilai paling mungkin, dengan posisi Iran yang tetap kuat berkat kendali atas Selat Hormuz.
Dengan ketidakjelasan arah konflik dan nasib gencatan senjata, pasar kini bersiap menghadapi lonjakan volatilitas.