“Situasi ini akan terus berlangsung sampai Selat Hormuz dibuka kembali dan operasi hulu maupun hilir kembali normal. Itu tidak akan terjadi dengan cepat,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan kepada CNBC International bahwa Angkatan Laut AS saat ini belum dapat mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Namun ia menilai langkah tersebut “cukup mungkin” dilakukan sebelum akhir bulan.
Wright menambahkan harga minyak global kecil kemungkinan melonjak hingga USD200 per barel, meskipun Iran terus menyerang kapal-kapal dagang.
Pejabat keamanan Irak menyebut dua kapal tanker bahan bakar di perairan Irak diserang perahu Iran yang membawa bahan peledak. Seorang pejabat Irak juga mengatakan kepada media pemerintah bahwa seluruh pelabuhan minyak negara itu telah menghentikan operasinya.
Sementara itu, Oman memindahkan seluruh kapal dari terminal ekspor minyak utamanya di Mina Al Fahal yang berada di luar Selat Hormuz sebagai langkah pencegahan, menurut laporan Bloomberg News.