Minyak Brent melonjak 5,8 persen dan ditutup di USD114,44 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 4,4 persen ke USD106,42 per barel.
Mengutip Reuters, pergerakan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan berjanji Angkatan Laut AS akan membuka jalur Selat Hormuz, yang justru memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan empat pekan lalu.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas laut dunia, telah mengalami gangguan serius selama dua bulan terakhir.
Pasar saham AS alias Wall Street secara umum melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,13 persen, S&P 500 melemah 0,41 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,19 persen.
Analis strategi investasi Edward Jones, Brock Weimer, mengatakan semakin lama harga minyak bertahan di atas USD100 per barel, dampak stimulus fiskal dari pemotongan pajak 2025 akan berubah dari pendorong pertumbuhan menjadi peredam guncangan.