sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Mentah Melompat 2 Persen Dekati Level Tertinggi Ditopang Stimulus Ekonomi China

Market news editor Febrina Ratna
25/07/2023 07:16 WIB
Harga minyak mentah melompat sekitar 2% ke level tertinggi hampir tiga bulan pada Selasa (25/7/2023). Salah satunya dipengaruhi harapan stimulus ekonomi China.
Harga Minyak Mentah Melompat 2 Persen Dekati Level Tertinggi Ditopang Stimulus Ekonomi China. (Foto: MNC Media)
Harga Minyak Mentah Melompat 2 Persen Dekati Level Tertinggi Ditopang Stimulus Ekonomi China. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah melompat sekitar 2% ke level tertinggi hampir tiga bulan pada perdagangan Selasa (25/7/2023). Beberapa faktor di antaranya pengetatan pasokan, meningkatnya permintaan bensin AS, hingga harapan terhadap stimulus ekonomi China dan pembelian teknis.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 04.59 WIB, harga minyak jenis Brent meningkat 2,06% ke level USD82,74 per barel untuk kontrak September 2023. Sementara harga West Texas Intermediate (WTI) naik 0,17% ke level USD78,87 per barel untuk kontrak di bulan yang sama.

Reuters pada dini hari menyebut harga minyak jenis Brent berjangka naik USD1,67, atau 2,1%, menjadi menetap di USD82,74 per barel. Untuk minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,67, atau 2,1%, menjadi USD78,74.

Angka tersebut merupakan penutupan tertinggi untuk Brent sejak 19 April dan untuk WTI sejak 24 April 2023. Kedua kontrak harga minyak didorong ke wilayah overbought secara teknis di atas rata-rata pergerakan 200 hari mereka.

Rata-rata pergerakan 200 hari telah menjadi titik kunci resistensi teknis untuk kedua tolok ukur tersebut sejak Agustus 2022. Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho Bank, mengatakan pergerakan di atas rata-rata pergerakan 200 hari "umumnya menghentikan spekulasi pendek dan menarik pedagang yang mencari titik masuk baru."

Kedua tolok ukur minyak mentah telah naik selama empat minggu berturut-turut ditopang dengan pasokan yang diperkirakan makin ketat dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia yang sepakat memotong produksi.

Kenaikan harga minyak telah mencerminkan "kondisi pengetatan karena pengurangan produksi minyak Saudi berdampak pada pasar ... bahkan ketika permintaan musim panas agak lebih kuat untuk bensin dan bahan bakar jet," kata Citi Research dalam sebuah catatan dilansir dari Reuters, Selasa (25/7/2023).

Permintaan yang kuat dan kekhawatiran tentang masalah pasokan mendorong harga bensin berjangka AS ke level tertinggi sejak Oktober 2022.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement