sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Subsidi BBM Tekan APBN, Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran Dibandingkan Naikkan Harga

Economics editor Yuwantoro Winduajie
01/04/2026 02:01 WIB
Ekonom menilai kebijakan pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global bukan solusi jangka panjang.
Subsidi BBM Tekan APBN, Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran Dibandingkan Naikkan Harga. (Foto: iNews Media Group
Subsidi BBM Tekan APBN, Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran Dibandingkan Naikkan Harga. (Foto: iNews Media Group

IDXChannel - Pengamat ekonomi, Dipo Satria Ramli, menilai kebijakan pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global bukan solusi jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan realokasi anggaran untuk menjaga ketahanan fiskal dan mengantisipasi potensi krisis energi.

Dipo mengatakan beban subsidi BBM jenis pertalite dan solar akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terutama di tengah tingginya harga minyak dunia. 

Ia menjelaskan, dalam simulasi yang dilakukan, apabila harga keekonomian BBM mencapai sekitar Rp17.000 per liter dengan asumsi harga minyak di level USD105 per barel, maka defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,6 persen.

“Kalau BBM subsidi ini sangat-sangat memberatkan APBN, kita sudah hitung itu kita bisa defisit sudah 3,6 persen kalau ini di Rp17.000, dan harga minyak di 105 dolar (per barel),” ujarnya ditemui di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement