sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Subsidi BBM Tekan APBN, Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran Dibandingkan Naikkan Harga

Economics editor Yuwantoro Winduajie
01/04/2026 02:01 WIB
Ekonom menilai kebijakan pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global bukan solusi jangka panjang.
Subsidi BBM Tekan APBN, Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran Dibandingkan Naikkan Harga. (Foto: iNews Media Group
Subsidi BBM Tekan APBN, Ekonom Sarankan Realokasi Anggaran Dibandingkan Naikkan Harga. (Foto: iNews Media Group

Menurutnya, pemerintah perlu bersikap jujur dalam menilai dampak program-program populis tersebut. “Ini yang kita benar-benar harus evaluasi, ini bisa meningkatkan ekonomi atau tidak. Pemerintah harus benar-benar jujur. Kalau tidak ya kita harus kurangi,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemampuan pemerintah menahan harga BBM memiliki batas waktu. Apalagi saat ini terjadi tren penurunan penerimaan pajak dan meningkatnya belanja negara.

Ia pun memperkirakan pemerintah hanya mampu menahan kenaikan harga BBM dalam jangka pendek yakni hingga beberapa bulan ke depan.

“Yang pasti BBM itu tidak bisa ditahan lama kalau tidak dilakukan realokasi. Pendapatan pajak kita ada tren turun, tapi beban kita naik terus,” kata dia.

“Mungkin satu bulan oke, dua bulan oke. Tapi tidak mungkin tiga bulan, empat bulan, enam bulan. Makin lama makin berat. Jadi memang harus realokasi atau naikkan BBM. Sebenarnya keputusannya mudah, realokasi anggaran. Masalahnya tinggal ego saja,” sambungnya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement