“OPEC+ juga akan bertemu pekan depan dan kemungkinan menyepakati peningkatan produksi lanjutan. Jika itu terjadi, akan menjadi hambatan besar bagi harga minyak dalam jangka pendek, terutama jika Iran menambah pasokan sebagai bagian dari kesepakatan dengan AS,” ujar wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler.
Jika pembicaraan nuklir gagal, sanksi terhadap Iran kemungkinan tetap berlaku, yang akan membatasi pasokan minyak negara tersebut. Namun jika tercapai kesepakatan, pasokan minyak Iran bisa kembali masuk ke pasar.
Dari sisi pasokan, jajak pendapat awal Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS naik sekitar 500.000 barel pekan lalu.
Di sisi lain, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang negosiasi dagang dengan Uni Eropa hingga 9 Juli membantu meredakan kekhawatiran terhadap tarif baru yang bisa menekan permintaan bahan bakar. Bursa saham Wall Street pun menguat setelah kabar tersebut.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan, meredanya kekhawatiran perdagangan menjadi faktor pendukung harga, namun potensi kenaikan harga tetap terbatas hingga ada kejelasan dari keputusan OPEC+ pada Sabtu mendatang.
Sebagai tambahan dukungan harga, kebakaran hutan di Provinsi Alberta, Kanada, memicu penghentian sementara beberapa aktivitas produksi minyak dan gas. (Aldo Fernando)