sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Merosot akibat Kekhawatiran Lonjakan Pasokan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
28/05/2025 07:18 WIB
Harga minyak ditutup turun 1 persen pada Selasa (27/5/2025) seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan.
Harga Minyak Merosot akibat Kekhawatiran Lonjakan Pasokan. (Foto: Freepik)
Harga Minyak Merosot akibat Kekhawatiran Lonjakan Pasokan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak ditutup turun 1 persen pada Selasa (27/5/2025) seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan.

Tekanan ini muncul seiring adanya kemajuan dalam pembicaraan antara delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS), serta ekspektasi bahwa OPEC+ memutuskan peningkatan produksi dalam pertemuan pekan ini.

Kontrak berjangka (futures) minyak WTI turun 1 persen menjadi USD60,89 per barel, sementara Brent merosot 1 persen ke level USD64,09.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, atau OPEC+, tidak diperkirakan mengubah kebijakan produksinya dalam pertemuan Rabu ini.

Namun, tiga delegasi OPEC+ mengatakan kepada Reuters bahwa dalam pertemuan lanjutan pada Sabtu lalu, kelompok tersebut kemungkinan menyepakati percepatan kenaikan produksi untuk Juli.

Sementara itu, pembicaraan nuklir antara delegasi Iran dan AS memasuki putaran kelima di Roma pekan lalu. Meski ada sedikit kemajuan, masih terdapat banyak poin perbedaan, terutama terkait pengayaan uranium Iran.

“OPEC+ juga akan bertemu pekan depan dan kemungkinan menyepakati peningkatan produksi lanjutan. Jika itu terjadi, akan menjadi hambatan besar bagi harga minyak dalam jangka pendek, terutama jika Iran menambah pasokan sebagai bagian dari kesepakatan dengan AS,” ujar wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler.

Jika pembicaraan nuklir gagal, sanksi terhadap Iran kemungkinan tetap berlaku, yang akan membatasi pasokan minyak negara tersebut. Namun jika tercapai kesepakatan, pasokan minyak Iran bisa kembali masuk ke pasar.

Dari sisi pasokan, jajak pendapat awal Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS naik sekitar 500.000 barel pekan lalu.

Di sisi lain, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang negosiasi dagang dengan Uni Eropa hingga 9 Juli membantu meredakan kekhawatiran terhadap tarif baru yang bisa menekan permintaan bahan bakar. Bursa saham Wall Street pun menguat setelah kabar tersebut.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan, meredanya kekhawatiran perdagangan menjadi faktor pendukung harga, namun potensi kenaikan harga tetap terbatas hingga ada kejelasan dari keputusan OPEC+ pada Sabtu mendatang.

Sebagai tambahan dukungan harga, kebakaran hutan di Provinsi Alberta, Kanada, memicu penghentian sementara beberapa aktivitas produksi minyak dan gas. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement