Berbagai negara berupaya membatasi kenaikan harga dengan mencari sumber pasokan alternatif dan mengandalkan cadangan minyak. Namun, cadangan tersebut juga terus menyusut.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan serangan AS justru akan semakin membatasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.
Data awal pelayaran Kpler pada Rabu menunjukkan hanya empat kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz, jauh di bawah rata-rata sekitar 13 kapal dalam 10 hari terakhir.
Garda Revolusi Iran juga menyatakan dua kapal tanker minyak menghantam ranjau laut dan mengalami kerusakan saat mencoba melintasi selat tersebut.
Iran turut menambah daftar kapal yang dianggap tidak mematuhi ketentuan. Kapal-kapal tersebut dapat dikenai denda, disita, atau ditahan apabila mencoba berlayar melalui Selat Hormuz, menurut situs pemerintah Iran.