“Saya pikir potensi pemangkasan suku bunga menjadi faktor utama yang sekarang menggerakkan harga minyak,” kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip Reuters.
Ketegangan yang meningkat antara AS dan Venezuela juga menopang harga, seiring kekhawatiran berkurangnya pasokan minyak dari negara Amerika Selatan itu.
“Harga minyak acuan berpotensi terdampak signifikan oleh meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Venezuela,” tulis analis Rystad Energy dalam sebuah catatan.
Analis Rystad menambahkan, pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang mengisyaratkan kemungkinan langkah militer AS.
Persepsi bahwa pembahasan rencana perdamaian Ukraina kembali buntu turut mendukung harga minyak, setelah utusan Trump keluar dari perundingan dengan Kremlin tanpa terobosan untuk mengakhiri perang.