Sementara itu, Dewan Minyak Sawit Malaysia memperkirakan stok minyak sawit akan tetap di bawah rata-rata, sekitar 1,7 juta ton pada kuartal I-2025, menjelang musim puncak produksi.
Namun, kenaikan harga tertahan oleh proyeksi ekspor yang melemah. Surveyor kargo mencatat pengiriman produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1–20 Januari diperkirakan turun 18,2 persen menjadi 23 persen.
Di India, negara konsumen minyak sawit terbesar di dunia, permintaan diperkirakan mencapai titik terendah dalam hampir lima tahun pada awal 2025, karena minyak nabati pesaing yang lebih murah mendominasi pasar.
Proyeksi Pekan Ini
Futures CPO diperkirakan mengalami aksi ambil untung pekan ini, seiring langkah para trader mengurangi posisi mereka menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Hal ini disampaikan oleh Senior Palm Oil Trader dari Interband Group of Companies, Jim Teh.
"Namun, potensi penurunan harga kemungkinan terbatas berkat dukungan pembelian dari India, Pakistan, Timur Tengah, Uni Eropa, dan Amerika Serikat," ujarnya kepada Bernama.